Wednesday, July 3, 2013

Batik, Melatih Sabar


This is my first post during the first seven months in 2013!

Bukan sibuk menggila sebenernya kalau lama tak mengupdate blog ini, hanya memang saya masih beradaptasi dengan kesibukan baru yang masih berkaitan dengan tulis menulis juga sih.
 
Regular contributor untuk sebuah media online, di samping masih terus belajar buat menuliskan pengalaman traveling dalam sebuah catatan perjalanan buat sebuah koran. Jadi waktu kosong yang cuma seiprit karena masih tugas di site masih dipersembahkan buat kedua aktivitas itu, khususnya yang pertama :)

Ditambah akses ke blog suka ngadat, lemot beut. Jadi kadang udah males duluan buat ngupdate blog soale nggak bisa masuk-masuk ke akun, hoho.. Maklum, masih tugas di hutan :)

Anyway, sebenarnya ada satu cerita yang saya tulis beberapa bulan lalu, namun terpending terus untuk diupdate ke blog.

Tentang sebuah kisah batik di buku Sepatu Dahlan.

 
 
 
Sepatu Dahlan, sebuah buku yang menemani saya traveling ke Banjarmasin akhir tahun lalu. Berhubung traveling sendirian atau istilah kerennya sih Solo Traveler, beberapa buku sengaja saya bawa dari Jakarta untuk jaga-jaga, siapa tahu di jalan bosen karena nggak ada teman mengobrol :)
 
Bukan tentang sebuah buku biografi sih kalau saya lihat, meski memang menceritakan kisah hidup Dahlan Iskan, Menteri BUMN kita. Novel inspirasi mungkin lebih tepatnya.
 
Ada 1 halaman yang paling menarik dari buku itu buat saya, di sub-bab 4 berjudul ‘Batik Tegal Arum’, khususnya halaman 46 – 47. Mengisahkan tentang ibunda beliau, yang pintar membatik. Sepenggal paragraph yang paling saya suka:
‘Setiap hari Ibu bergelut dengan canting dan kain, tak peduli siang atau malam. Mbatik seolah hiburan menarik untuk melepaskan penat atau melupakan persoalan hidup. Dari mbatik itu, barangkali, Ibu belajar sabar.’
Membatik, atau umum disebut mbatik oleh masyarakat Jawa, memang melatih kesabaran kita. Kalau kita mbatik dengan grasa-grusu, sudah pasti 'malam'-nya akan belepotan di kain. Nggak akan rapi hasilnya.
 
Mbatik, selain membaca dan menulis (eh kok kayak motivasi buat anak SD, hehe), for me is such a way to release the stress. Saat mbatik, saya harus berkonsentrasi penuh pada selembar kain di depan saya, agar malam-nya tidak mbleber kemana-mana atau belepotan dan hasilnya rapi.
 
Membaca halaman ini, jadi teringat dengan salah satu wish list saya jika punya rumah sendiri nanti. Pengen buat spot khusus untuk membatik di halaman atau ruang belakang rumah. Jadi sewaktu-waktu saat ada waktu senggang, especially when I have lot of things in my mind and need a way for strees release, saya tinggal mbatik.
 
Anyway, saya sendiri malah baru tahu sekarang tentang Batik Tegal Arum, dari kampung Kebon Dalem, Magetan, Jawa Timur. Kapan-kapan browsingtentang batik ini ah, nanti kalau saya dapat sumber informasinya, saya bagi deh :)

No comments:

Post a Comment